Putri Dea Oktafiana

Kamis, 19 Oktober 2017

PELANGGARAN KODE ETIK DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

13 Oktober, 2017
Hari ini saya ditugaskan oleh dosen softskill untuk menceritakan apa yang terjadi dihari ini yang menyangkut dengan pelanggaran kode etik dikehidupan sehari-hari. Tepat pada siang hari tadi sekitar pukul 10:30 sehabis mata kuliah softskill, saya dan teman-teman saya bergegas untuk berangkat ke gedung J3-kalimas untuk melanjutkan kuliah mata kuliah pak guyub. Disaat perjalanan menuju ke kalimas, kebetulan saya sendiri yang menyetir kendaraannya. Di jalan Kalimalang kami bertemu dengan angkutan umum berwarna biru muda, yang posisi nya mengambil jalan pengendara motor. Seharusnya jalur kiri itu dipakai pengendara motor, tetapi supir angkutan tersebut mengambil jalan pesepeda motor. Tidak hanya itu, angkutan ini pun juga terlihat ugal-ugalan dalam mengemudikan kendaraannya. Dia memberi lampu sen kanan, tapi yang dia ambil malah jalur kiri. Disaat kami ingin mengambil jalur kiri, karena melihat lampu sen angkutan tersebut kekanan.. dia pun membelokkan angkutannya ke arah kanan. Kesimpulan yang bisa diambil hari ini, yaitu si pengemudi angkutan melanggar kode etik dalam berlalu lintas.

14 Oktober, 2017
Hari sabtu pagi saya ada jadwal kuliah di Gundar Kalimalang. Selesai kuliah sekitar pukul 11.30. seperti biasa, saya pulang bersama teman saya yang bernama Annisa. Sehabis mengantarnya pulang, saya pun pulang. Tapi sebelum pulang, kali ini saya mampir dulu ke supermarket untuk membeli beberapa keperluan. Sampai disupermarket, saya mengambil beberapa barang yang saya perlukan seperti makanan, minuman, dan peralatan mandi(shampo, sabun, dll). Setelah itu saya langsung ke arah kasir untuk membayar barang yang saya beli, antrian yang ada cukup panjang. Saya pun ikut mengantri untuk bergiliran membayar, tapi tiba-tiba ada seorang ibu yang menyelak tempat saya mengantri tanpa ada sedikit kata yang beliau keluarkan. Tiba-tiba dari arah samping beliau berada tepat didepan saya, saya pun kaget. Karena saya sudah lumayan cukup lama ikut mengantri tapi tanpa beliau bilang permisi, beliau mengambil tempat antri saya. Kesimpulan yang bisa diambil hari ini, yaitu seorang ibu tadi melanggar kode etik dalam berbelanja untuk mengantri saat dikasir.

15 Oktober, 2017
Hari ini saya ada acara di tangerang untuk bertemu dengan teman saya. Dan saya memilih kereta untuk pergi ke tangerang. Seperti biasa, pada hari weekend seperti sabtu dan minggu kereta commuterline akan sangat penuh dengan keluarga yang ingin berlibur ke jakarta. Mulai dari anak kecil, ibu, bapak, sampai kakek nenek pun pasti ada. Dan alhamdulillah saya dapet tempat duduk, karena saat saya sampai distasiun kereta pun juga baru datang. Tak lama kemudian kereta diberangkatkan dari bekasi menuju manggarai. Pada saat kereta sampai dikranji, ada nenek yang masuk kedalam kereta. Tetapi tidak ada satupun yang ingin memberikan tempat duduk untuk nenek ini, dan padahal dikereta sudah disediakan bangku prioritas yang diprioritaskan untuk lansia, ibu hamil dan disabilitas. Dibangku prioritas ada seorang remaja perempuan yang menurut saya dia sehat dan tidak berbadan dua melihat penampilannya yang masih remaja. Dia pun melihat nenek itu ada didekatnya tapi sampai beberapa menit tak ada tindakan. Akhirnya saya berinisiatif untuk memberikan tempat duduk saya. Apa yang dilakukan oleh remaja ini sudah melanggar kode etik kepada yang lebih tua.

16 Oktober, 2017
Pada hari ini, tepatnya pada siang hari sepulang kuliah.. saya ingin tidur siang. Tapi ada beberapa anak muda yang saya tidak kenal sama sekali. Mereka nongkrong di depan rumah saya, dan suaranya sangat gaduh. Mereka bernyanyi-nyanyi tidak jelas, padahal tetangga-tetangga saya semua ada didalam rumah dan tidak ada yang bergabung dengan mereka. Alhasil saya menegur dari dalam kamar, saya bilang “maaf jangan berisik”, mereka diam sebentar tapi tak lama mereka gaduh lagi. Sekitar 30 menit kemudian, suara mereka sudah tidak ada. Akhirnya saya keluar untuk memastikan apakah mereka masih ada didepan atau tidak, ternyata mereka sudah tidak ada tetapi mereka meninggalkan sampah kulit kacang dan kuaci yang banyak. Kode etik yang mereka langgar sangat tidak hormat.

17 Oktober, 2017
Hari ini saya pergi untuk bertemu dengan teman di daerah pekayon. Kalau dari rumah saya untuk ke arah pekayon, saya melewati terminal bekasi. Pada saat dilampu lalu lintas dekat terminal bekasi, saya berenti karena sedang lampu merah. Lalu tiba-tiba keluar preman dua orang dari angkot, dan tak lama dia menendang bagian samping angkot lumayan kencang. Kemudian ada ibu-ibu teriak “kalau enggak dikasih kok marah-marah”. Ternyata masalahnya adalah preman tersebut mengamen didalam angkot tetapi tidak diberi uang. Sangat prihatin melihat preman yang kadang seenaknya memalak para penumpang angkutan umum yang ada. Kode etik yang sangat melanggar norma di tempat umum.

18 Oktober, 2017
Hari rabu ini saya libur kuliah, dan ada teman yang sedang berulang tahun. Lalu saya dan teman-teman saya berencana untuk kerumahnya. Saat diperjalanan, ada ojek online disamping saya yang juga sedang berkendara. Saya melewati daerah yang masih banyak ojek biasanya, saat macet terdengar suara makian dari tukang ojek biasa. Mereka berteriak “ojek online dilarang keras lewat sini apalagi pas bawa penumpang”. Saya kaget karena saya pas banget ada di TKP. Semua orang yang ada disana juga langsung melihat tukang ojek yang berteriak itu. Padahal rezeki sudah diatur Allah, apapun pekerjaannya siapapun pesaing nya kalau memang sudah rezekinya pasti akan menjadi rezeki orang tersebut. 

19 Oktober, 2017

Hari ini saya ada kuliah pengganti di jam ke 3 dan 4. Pulang kuliah lebih cepat dikarenakan hanya mengerjakan tugas saja. Cuaca hari ini sangat mendung dan selalu gerimis. Dari saya berangkat kuliah sampai pulang pun masih tetap gerimis deras. Saya pun lupa membawa mantel, tetapi saya tetap bertekad untuk pulang kerumah. Dijalan pun gerimis nya mereda, dijalan mulai banyak genangan air. Maka dari itu saya pun membawa motor pelan-pelan agar tidak celaka dan merugikan orang lain. Tetapi saat saya sedang berjalan pelan, dari sebelah kanan tiba-tiba ada motor kencang sekaligus ada cipratan air lumayan banyak yang mengenai baju saya. Apa yang dilakukan si pengendara sangat merugikan orang lain, bukan saya saja yang terkena cipratan tetapi pedagang kaki lima yang berada disebelah kiri pun terkena.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar