13 Oktober, 2017
Hari ini saya ditugaskan oleh dosen softskill untuk
menceritakan apa yang terjadi dihari ini yang menyangkut dengan pelanggaran
kode etik dikehidupan sehari-hari. Tepat pada siang hari tadi sekitar pukul
10:30 sehabis mata kuliah softskill, saya dan teman-teman saya bergegas untuk
berangkat ke gedung J3-kalimas untuk melanjutkan kuliah mata kuliah pak guyub.
Disaat perjalanan menuju ke kalimas, kebetulan saya sendiri yang menyetir
kendaraannya. Di jalan Kalimalang kami bertemu dengan angkutan umum berwarna
biru muda, yang posisi nya mengambil jalan pengendara motor. Seharusnya jalur
kiri itu dipakai pengendara motor, tetapi supir angkutan tersebut mengambil
jalan pesepeda motor. Tidak hanya itu, angkutan ini pun juga terlihat ugal-ugalan
dalam mengemudikan kendaraannya. Dia memberi lampu sen kanan, tapi yang dia
ambil malah jalur kiri. Disaat kami ingin mengambil jalur kiri, karena melihat
lampu sen angkutan tersebut kekanan.. dia pun membelokkan angkutannya ke arah
kanan. Kesimpulan yang bisa diambil hari ini, yaitu si pengemudi angkutan
melanggar kode etik dalam berlalu lintas.
14 Oktober, 2017
Hari sabtu pagi saya ada jadwal kuliah di Gundar Kalimalang.
Selesai kuliah sekitar pukul 11.30. seperti biasa, saya pulang bersama teman
saya yang bernama Annisa. Sehabis mengantarnya pulang, saya pun pulang. Tapi
sebelum pulang, kali ini saya mampir dulu ke supermarket untuk membeli beberapa
keperluan. Sampai disupermarket, saya mengambil beberapa barang yang saya
perlukan seperti makanan, minuman, dan peralatan mandi(shampo, sabun, dll).
Setelah itu saya langsung ke arah kasir untuk membayar barang yang saya beli,
antrian yang ada cukup panjang. Saya pun ikut mengantri untuk bergiliran
membayar, tapi tiba-tiba ada seorang ibu yang menyelak tempat saya mengantri
tanpa ada sedikit kata yang beliau keluarkan. Tiba-tiba dari arah samping
beliau berada tepat didepan saya, saya pun kaget. Karena saya sudah lumayan
cukup lama ikut mengantri tapi tanpa beliau bilang permisi, beliau mengambil
tempat antri saya. Kesimpulan yang bisa diambil hari ini, yaitu seorang ibu
tadi melanggar kode etik dalam berbelanja untuk mengantri saat dikasir.
15 Oktober, 2017
Hari ini saya ada acara di tangerang untuk bertemu dengan
teman saya. Dan saya memilih kereta untuk pergi ke tangerang. Seperti biasa,
pada hari weekend seperti sabtu dan minggu kereta commuterline akan sangat penuh
dengan keluarga yang ingin berlibur ke jakarta. Mulai dari anak kecil, ibu,
bapak, sampai kakek nenek pun pasti ada. Dan alhamdulillah saya dapet tempat
duduk, karena saat saya sampai distasiun kereta pun juga baru datang. Tak lama
kemudian kereta diberangkatkan dari bekasi menuju manggarai. Pada saat kereta
sampai dikranji, ada nenek yang masuk kedalam kereta. Tetapi tidak ada satupun
yang ingin memberikan tempat duduk untuk nenek ini, dan padahal dikereta sudah
disediakan bangku prioritas yang diprioritaskan untuk lansia, ibu hamil dan
disabilitas. Dibangku prioritas ada seorang remaja perempuan yang menurut saya
dia sehat dan tidak berbadan dua melihat penampilannya yang masih remaja. Dia
pun melihat nenek itu ada didekatnya tapi sampai beberapa menit tak ada
tindakan. Akhirnya saya berinisiatif untuk memberikan tempat duduk saya. Apa
yang dilakukan oleh remaja ini sudah melanggar kode etik kepada yang lebih tua.
16 Oktober, 2017
Pada hari ini, tepatnya pada siang hari sepulang kuliah..
saya ingin tidur siang. Tapi ada beberapa anak muda yang saya tidak kenal sama
sekali. Mereka nongkrong di depan rumah saya, dan suaranya sangat gaduh. Mereka
bernyanyi-nyanyi tidak jelas, padahal tetangga-tetangga saya semua ada didalam
rumah dan tidak ada yang bergabung dengan mereka. Alhasil saya menegur dari
dalam kamar, saya bilang “maaf jangan berisik”, mereka diam sebentar tapi tak
lama mereka gaduh lagi. Sekitar 30 menit kemudian, suara mereka sudah tidak
ada. Akhirnya saya keluar untuk memastikan apakah mereka masih ada didepan atau
tidak, ternyata mereka sudah tidak ada tetapi mereka meninggalkan sampah kulit
kacang dan kuaci yang banyak. Kode etik yang mereka langgar sangat tidak
hormat.
17 Oktober, 2017
Hari ini saya pergi untuk bertemu dengan teman di daerah pekayon.
Kalau dari rumah saya untuk ke arah pekayon, saya melewati terminal bekasi.
Pada saat dilampu lalu lintas dekat terminal bekasi, saya berenti karena sedang
lampu merah. Lalu tiba-tiba keluar preman dua orang dari angkot, dan tak lama
dia menendang bagian samping angkot lumayan kencang. Kemudian ada ibu-ibu
teriak “kalau enggak dikasih kok marah-marah”. Ternyata masalahnya adalah
preman tersebut mengamen didalam angkot tetapi tidak diberi uang. Sangat
prihatin melihat preman yang kadang seenaknya memalak para penumpang angkutan
umum yang ada. Kode etik yang sangat melanggar norma di tempat umum.
18 Oktober, 2017
Hari rabu ini saya libur kuliah, dan ada teman yang sedang
berulang tahun. Lalu saya dan teman-teman saya berencana untuk kerumahnya. Saat
diperjalanan, ada ojek online disamping saya yang juga sedang berkendara. Saya
melewati daerah yang masih banyak ojek biasanya, saat macet terdengar suara
makian dari tukang ojek biasa. Mereka berteriak “ojek online dilarang keras
lewat sini apalagi pas bawa penumpang”. Saya kaget karena saya pas banget ada
di TKP. Semua orang yang ada disana juga langsung melihat tukang ojek yang
berteriak itu. Padahal rezeki sudah diatur Allah, apapun pekerjaannya siapapun
pesaing nya kalau memang sudah rezekinya pasti akan menjadi rezeki orang
tersebut.
19 Oktober, 2017
Hari ini saya ada kuliah pengganti di jam ke 3 dan 4. Pulang
kuliah lebih cepat dikarenakan hanya mengerjakan tugas saja. Cuaca hari ini
sangat mendung dan selalu gerimis. Dari saya berangkat kuliah sampai pulang pun
masih tetap gerimis deras. Saya pun lupa membawa mantel, tetapi saya tetap
bertekad untuk pulang kerumah. Dijalan pun gerimis nya mereda, dijalan mulai
banyak genangan air. Maka dari itu saya pun membawa motor pelan-pelan agar
tidak celaka dan merugikan orang lain. Tetapi saat saya sedang berjalan pelan,
dari sebelah kanan tiba-tiba ada motor kencang sekaligus ada cipratan air
lumayan banyak yang mengenai baju saya. Apa yang dilakukan si pengendara sangat
merugikan orang lain, bukan saya saja yang terkena cipratan tetapi pedagang
kaki lima yang berada disebelah kiri pun terkena.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar